Perubahan Epigenetik pada Keganasan Hematolimfoid

  • Defi Nurlia Erdian
  • Maria Francisca Ham
  • Endah Zuraidah
Keywords: Epigenetik, Hematolimfoid, Limfoma

Abstract

Ekspresi gen dapat dimodulasi melalui berbagai macam cara, terutama melalui pengaturan transkripsi.1 Perbedaan jenis sel dalam transkripsi DNA dan translasi DNA bergantung pada faktor epigenetik.2 Perubahan pada epigenetik ini merupakan hallmark of cancer.3 Keganasan hematolimfoid, merupakan salah satu yang cukup banyak terjadi di Indonesia, diantaranya limfoma non-hodgkin dan leukemia.4 Pada AML perubahan epigenetik pada metilasi DNA terutama pada enzim DNMT3A dan TET2, sedangkan modifikasi histon dapat melalui perubahan langsung modifikasi histon, perekrutan HDAC dan karena adanya metilasi DNA. Pada ALL hipermetilasi TSG dan demetilasi TET2 yang menyebabkan silencing gen. Selain itu pada ALL terjadi overekspresi microRNA yang menyebabkan oncomiRNA. Limfoma sel B, diantaranya DLBCL, MCL dan FL juga mengalami perubahan epigenetik yang menyebabkan silencing gen. Epstein barr virus pada NKTCL dapat mempengaruhi perubahan epigenetik melalui miRNA yaitu LMP1. Tidak hanya metilasi DNA, modifikasi histon dan miRNA, perubahan epigenetik pada NKTCL juga dipengaruhi oleh ekspresi berlebih dari lncRNA. Hodgkin lymphoma tipe klasik juga menunjukan perubahan epigenetik pada hipermetiasi DNA yang signifikan pada CpG island dan ekspresi berlebih dari HDAC. Penyimpangan epigenetik yang bersifat reversibel ini memunculnya bidang terapi epigenetik yang menarik untuk diketahui.3Adapun dengan mengetahui mekanisme epigenetik didapatkan terapi kanker yang spesifik dan memperkaya pengetahuan mengenai epigenetik pada keganasan hematolimfoid.

Published
2023-07-07